Menyambut pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) Kota Denpasar ke-39, PKK Kota Denpasar menggelar workshop merangkai bunga dan janur serta busana dan makanan. Sedangkan untuk materi workshop itu sendiri tentang bebantenan dengan tema Pengelukatan dengan air suci dan paweton manusia yang dibawakan oleh Ida Ratu Peranda Wayahan Wanasari dari Griya Intaran Sanur. Sedangkan workshop pakaian adat ke pura dan pakaian adat saat metatah dibawakan Salon Agung, Anak Agung Ketut Agung.
Worshop yang berlangsung sehari diikuti 400 peserta yang terdiri dari guru-guru SMP dan SD, Forum Osis Kota Denpasar, PKK desa/lurah, dan tukang banten di Kota Denpasar yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly. D. Mantra, Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara serta Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. I Gusti Ngurah Gede, Sabtu (27/5) di Graha Sewaka Dharma.
Ditemui usai pelaksanaan workshop Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra mengatakan tema besar yang diangkat dalam workshop kali ini disesuaikan dengan tema dari Provinsi Bali yaitu Ulun Danu. Ini merupakan salah satu bentuk pelestarian air sebagai sumber kehidupan terlebih lagi air sebagai salah satu dalam saran upacara. Untuk itu Ny. Selly sangat perlu terus melakukan pelestarian sumber air tersebut.
Sedangkan terkait dengan workshop pakaian adat ke pura dan pakaian adat metatah Ny. Selly menambahkan banyaknya penyimpangan dalam berpakaian adat ke pura yang tidak sesuai dengan pakem adat ke pura terutama pada anak-anak muda membuat PKK Kota Denpasar lebih gencar mensosialisasikan berpakaian adat ke pura sesuai pakem. Pada worshop kali ini juga di praktekan cara memakai kain ke pura yang benar dan pakaian adat metatah serta menata rambut yang rapi. Penyimpangan berpakaian adat ke pura seperti mengenakan kain di atas lutut serta berpakaian kain brokat oleh kaum putri perlu mendapatkan perhatian. Sedangkan untuk kaum putra juga terjadi penyimpangan dengan mengenakain kain hampir sejajar dengan lutut. "Untuk itu kami menyasar anak-anak sekolah dan PKK desa/lurah dan para guru dengan harapan dapat disebar luaskan kepada masyarakat," harapnya. Disamping itu Ny. Selly mengaku sengaja mengajak guru-guru sekolah agar turut memberikan perhatian terhadap pakaian anak-anak terutama dalam berpakaian ke pura. Melalui workshop ini diharapkan para peserta dapat menerapkan cara berpakaian sesuai dengan pakem yang ada.
Gusti Ayu Ngurah Raini mengatakan saat ini banyak masyarakat yang pergi ke pura tidak memakai pakaian tidak sesuai dengan pakemnya. Untuk itu diharapkan semua masyarakat mengikuti pakem-pekem pakaian ke pura sehingga tidak menimbulkan kesan negatif baik bagi yang memakai maupun yang melihatnya.